PROKOPIM.POHUWATO — Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Khusus Pemerintah untuk Pengembangan Bioetanol yang digelar di kawasan Jalan Pangadegan Selatan No. K10, Pangadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (21/09/2026).
Rakor strategis tersebut membahas pemanfaatan potensi komoditas pertanian, khususnya tebu, jagung, dan ubi kayu, sebagai bahan baku pengembangan energi terbarukan melalui program bioetanol.
Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu dari tiga daerah di Provinsi Gorontalo yang mendapat undangan khusus untuk mengikuti agenda nasional tersebut. Bupati Saipul hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Achmad Djuuna.
Kehadiran langsung pimpinan daerah dalam rakor tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dengan potensi lahan dan komoditas pertanian yang dimiliki Kabupaten Pohuwato.
Rakor dipimpin Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang memulai rapat persiapan program bioetanol sejak pukul 06.00 WIB. Pertemuan tersebut diikuti 44 bupati dari berbagai daerah di Indonesia dan turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui konferensi video.
Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menjelaskan bahwa rapat pada pagi hari bukan sesuatu yang asing bagi jajaran Kementerian Pertanian. Menurutnya, ritme kerja tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai agenda strategis di sektor pertanian.
Di hadapan para kepala daerah, Amran mengatakan pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan bioetanol setelah berbagai capaian di sektor pangan dan biodiesel. “Pangan selesai, sudah delapan komoditas kita swasembada, bahkan ekspor. Biodiesel selesai, tidak impor. Sekarang kita masuk ke bioetanol E20,”jelasnya.
Pengembangan bioetanol, lanjutnya, merupakan bagian dari langkah pemerintah menuju kemandirian energi nasional. Indonesia memiliki sejumlah sumber bahan baku potensial, antara lain tebu, singkong, dan jagung. Pengembangannya akan disesuaikan dengan kondisi agroklimat serta keunggulan masing-masing daerah.
Bupati Saipul Mbuinga menyampaikan bahwa program pengembangan bioetanol tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan petani di daerah.
“Pengembangan bioetanol menjadi bagian dari langkah menuju kemandirian energi nasional. Indonesia memiliki sejumlah sumber bahan baku potensial, antara lain tebu, singkong, dan jagung, yang pengembangannya akan disesuaikan dengan kondisi agroklimat dan keunggulan masing-masing daerah,”kata Saipul, mengutip penyampaian Mentan RI.
Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong pola kemitraan yang memberikan ruang signifikan bagi masyarakat dan petani dalam pengembangan program tersebut.
Untuk Kabupaten Pohuwato, Kementerian Pertanian memberikan alokasi lahan jagung seluas 20.000 hektare serta rencana pembangunan tiga unit pabrik bioetanol.
Namun, menurut Bupati Saipul yang didampingi Achmad Djuuna, Pohuwato memiliki potensi untuk mengembangkan lahan jagung hingga 50.000 hektare. Demikian pula dengan fasilitas pengolahan bioetanol yang diharapkan dapat ditambah menjadi enam unit. “Untuk jagung, Pohuwato mampu sampai 50.000 hektare, sementara pabrik bioetanol bisa enam unit,”ujar Saipul.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Achmad Djuuna, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pemerintah pusat memberikan alokasi awal lahan jagung seluas 20.000 hektare dan tiga unit pabrik bioetanol. Namun, Pemkab Pohuwato mengusulkan peningkatan kapasitas sesuai dengan potensi daerah.
“Kementan memberikan lahan jagung 20.000 hektare, tapi Pohuwato bisa sampai 50.000 hektare. Sementara pabrik bioetanol diberikan tiga unit, kami minta enam unit,”jelas Achmad.
Selain membahas program bioetanol, kehadiran langsung para bupati dalam rakor tersebut juga memberikan manfaat tambahan bagi daerah masing-masing.
Achmad mengungkapkan, kepala daerah yang hadir secara langsung mendapatkan bantuan berupa benih jagung untuk areal seluas 1.000 hektare serta lima unit hand traktor.
“Bantuan itu langsung dari Pak Mentan bagi kabupaten yang dihadiri langsung oleh bupatinya pada rakor tersebut. Alhamdulillah, untuk Pohuwato dihadiri langsung oleh Bupati dan mendapat ole-ole untuk daerah yang diperuntukkan bagi petani yang ada di Pohuwato,”pungkas Achmad Djuuna. (IK)
Penulis:Iwan Karim
Editor:Fadel Rasyid
