PROKOPIM.POHUWATO – Di sela-sela rangkaian Pencanangan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Pohuwato yang berlangsung di kawasan Wisata Libuo, Kecamatan Paguat, Selasa (28/07/2026), Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta perlindungan terhadap anak di Kabupaten Pohuwato.
Penandatanganan diawali dengan Perjanjian Kerja Sama antara Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato dengan pemerintah desa tentang Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Sadar Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun atau Gelora 13.
Selanjutnya dilakukan penandatanganan PKS antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato dengan pemerintah desa mengenai pelaksanaan Gelora 13 dalam rangka meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato dengan pemerintah desa tentang pembentukan dan penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato, Selfi Mbuinga Monoarfa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato, Nizma Sanad, serta perwakilan pemerintah desa, yakni Kepala Desa Palopo, Agus Hulubangga, dan Kepala Desa Hulawa, Erna Giasi.
Dalam sambutannya, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi atas lahirnya berbagai bentuk kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurut Bupati, melalui Gelora 13 ini kita ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak Pohuwato yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini. Pendidikan yang dimulai dari PAUD akan menjadi pondasi yang kuat dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
"Karena itu saya mengajak seluruh pemerintah desa, para guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan gerakan ini," ujar Bupati Saipul.
Kepada seluruh guru pada semua jenjang pendidikan dasar, Bupati mengajak agar terus memperkuat kerja sama dengan para orang tua siswa dengan semangat, dedikasi, dan tanggung jawab yang tinggi dalam menyukseskan gerakan orang tua sadar wajib belajar 13 tahun atau Gelora 13. Gerakan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak pohuwato yang tertinggal dari dunia pendidikan.
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato bersama para kepala desa atas terjalinnya kerja sama dalam pembentukan dan penguatan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).
Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan anak hingga ke tingkat desa.
Mengingat masih adanya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pohuwato, maka dibutuhkan sinergi seluruh pihak, khususnya pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penguatan lingkungan yang ramah anak.
"Anak-anak kita harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,”tutup Bupati Saipul.(FR)
Penulis:Fadel Rasyid
Editor:Meylan Radjak
