Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Bupati Pohuwato Dorong Sinergi Pemda dan BKSDA Jaga Kelestarian Lingkungan

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Audiensi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato diterima langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Selasa (28/07/2026) di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato.

Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Ir. Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si., Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, Samsudin Hadju, Kepala Resort Cagar Alam Panua, Tatang Abdullah, jajaran BKSDA Sulawesi Utara, serta Tim Ahli Bupati Pohuwato.

Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Ir. Danny H. Pattipeilohy, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, juga untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi konservasi sumber daya alam.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Bupati menerima kunjungan ini. Pertemuan ini sangat penting untuk menyinergikan tugas dan fungsi BKSDA dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, khususnya dalam upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi dan lingkungan hidup,"ujar Danny.

Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa BBKSDA maupun pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengakui bahwa persoalan kerusakan lingkungan menjadi salah satu isu yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah, baik yang terjadi di wilayah hulu maupun hilir.

Menurut Bupati, pemerintah daerah selama ini terus melakukan berbagai pendekatan melalui komunikasi dan konsultasi dengan pemerintah pusat, instansi terkait, serta masyarakat. Namun, persoalan lingkungan juga tidak terlepas dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang telah lama menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan tersebut.

"Persoalan ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Di satu sisi kita berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan, namun di sisi lain ada masyarakat Pohuwato yang sejak lama menggantungkan mata pencaharian mereka di kawasan tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD terus mencari solusi terbaik yang tetap memperhatikan aspek lingkungan sekaligus keberlangsungan hidup masyarakat,"jelas Bupati.

Saipul berharap melalui audiensi tersebut dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan regulasi dalam menjaga kelestarian lingkungan tanpa harus mengesampingkan hak hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut sebagai sumber mata pencaharian.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan persuasif harus lebih dikedepankan dalam penyelesaian berbagai persoalan lingkungan. Menurutnya, tindakan yang dilakukan secara emosional justru berpotensi menimbulkan risiko dan kerugian bagi semua pihak.

"Kita harus mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Berbagai upaya menjaga lingkungan memang harus terus dilakukan, namun perlu didukung regulasi yang jelas serta kerja sama semua pihak agar kelestarian alam tetap terjaga dan masyarakat juga dapat memperoleh solusi yang adil,"pungkasnya. (Fh)

Penulis:Fahrul Inaku

Editor:Meylan Radjak