Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Wabup Iwan Adam Nyalakan Lampu Tumbilotohe di Rumah Jabatan

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Tradisi malam pasang lampu atau Tumbilotohe pada malam ke-27 Ramadan berlangsung meriah di Rumah Jabatan Wakil Bupati Pohuwato, Senin (16/03/2026).

Tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh masyarakat suku Gorontalo tersebut hingga kini tetap dipertahankan dan menjadi salah satu momen sakral bagi masyarakat setempat dalam menyambut malam-malam akhir Ramadan.

‎Prosesi pemasangan lampu di Rumah Jabatan Wakil Bupati Pohuwato dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, usai melaksanakan salat Magrib. Penyalaan lampu-lampu tradisional tersebut menandai dimulainya peringatan malam Tumbilotohe yang setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Gorontalo.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Pohuwato, Iskandar Datau, Kadhi Pohuwato, Syaiful Sabu, Bate Pohuwato, Asmad N. Tuna, Hakimu Pohuwato, Ustaz Wisno Pakaya, Wuu Pohuwato, Raman Pakilie, dan Kabid Kebudayaan, Iswan Gau. Kehadiran para tokoh agama dan adat tersebut menambah khidmat pelaksanaan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo.

‎Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan bahwa tradisi Tumbilotohe bukan sekadar kegiatan menyalakan lampu, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Gorontalo, khususnya dalam menyambut malam Lailatul Qadar pada penghujung Ramadan.

“Tradisi malam pasang lampu atau Tumbilotohe ini merupakan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya soal menyalakan lampu, tetapi juga simbol penerang hati dan harapan agar kita semua diberikan keberkahan di malam-malam terakhir Ramadan,” ujar Iwan.

‎Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung pelestarian tradisi-tradisi adat dan keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

‎“Melalui tradisi ini kita diingatkan untuk terus memperkuat nilai kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan ibadah di penghujung bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung agar tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, Iwan berharap tradisi Tumbilotohe tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya daerah serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan leluhur.

‎Dengan penyalaan lampu-lampu tradisional yang menghiasi halaman rumah jabatan, suasana malam ke-27 Ramadan di Pohuwato tampak semarak sekaligus khidmat, menandai harapan masyarakat untuk meraih keberkahan pada malam-malam terakhir bulan suci Ramadan.

Hal yang sama juga dilakukan Sekda Pohuwato, Iskandar Datau yang ikut memasang lampu di Rumah Jabatan Sekda bersama pemangku adat.

Ia berharap ASN bisa menjadi contoh untuk pelaksanaan tumbilotohe yang menjadi warisan dan budaya Gorontalo.(Zek)

Penulis:Abdul Razak Supu

Editor:Sadrin Hasan