Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Bupati Saipul: Kehadiran Ko Jolly di Tablig Akbar Cerminkan Kuatnya Toleransi di Pohuwato

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat sekaligus pemuka umat Katolik, Jolly Motto, SH, S.Th, bersama istrinya, yang turut hadir di tengah ribuan masyarakat pada pelaksanaan Tablig Akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Jumat malam (16/10/2026).

Kehadiran Jolly Motto, sapaan akrab Ko Jolly, di tengah umat Islam yang mengikuti Tablig Akbar tersebut dinilai menjadi gambaran nyata terjaganya kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pohuwato.

Menurut Bupati Saipul, kehadiran tokoh masyarakat yang berasal dari umat Katolik itu menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan di Bumi Panua terus terpelihara dengan baik, tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.

“Mungkin masih ada lagi umat dari agama lain yang hadir, tetapi tidak bisa kita saksikan secara langsung karena begitu banyaknya masyarakat yang memadati tempat ini. Yang terlihat jelas saat ini dan duduk bersama kita adalah Ko Jolly,”ungkap Saipul.

Ia menilai, kehadiran Ko Jolly bersama istri bukan sekadar bentuk partisipasi dalam kegiatan keagamaan, melainkan juga cerminan dukungan terhadap kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Tidak hanya hadir membersamai masyarakat dalam Tablig Akbar, pemilik Marina Beach Resort (MBR) Marisa tersebut juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bonus umrah kepada salah seorang jemaah yang hadir pada kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, yang terpilih mendapatkan bonus umrah tersebut adalah marbot Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato. Tentu kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kepedulian serta bonus umrah yang diberikan oleh tokoh masyarakat ini,”ucap Bupati.

Saipul menegaskan, dukungan yang diberikan oleh Ko Jolly menjadi salah satu contoh positif bagaimana kebersamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan keagamaan umat lain.

Menurutnya, kebebasan masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan yang positif harus senantiasa dihormati dan didukung bersama. Sikap saling menghargai dan menerima perbedaan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta keharmonisan daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pohuwato merupakan daerah yang kaya akan keberagaman, baik dari sisi suku, agama, bahasa, adat istiadat, maupun budaya. Keberagaman tersebut bukan menjadi penghalang untuk bersatu, tetapi justru menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan daerah.

“Keberagaman yang kita miliki ini harus terus kita jaga. Dengan semangat persatuan, saling menghormati, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain, kita dapat terus menciptakan Pohuwato yang aman, damai, dan semakin maju,”tambahnya.

Sementara itu, Jolly Motto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan seluruh masyarakat atas sambutan serta kebersamaan yang terjalin dalam pelaksanaan Tablig Akbar tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena kegiatan keagamaan yang menghadirkan ribuan umat Islam itu dapat berlangsung dengan sukses, sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pohuwato.

Menurut Ko Jolly, kehadirannya bersama istri pada kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebersamaan dan keharmonisan masyarakat. Ia berharap, suasana saling menghargai seperti yang ditunjukkan masyarakat Pohuwato dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain.

“Ya, yang terpenting Tablig Akbar semalam berjalan sukses. Mungkin ini bisa menjadi contoh yang baik tentang toleransi beragama bagi daerah lain. Kami yang bukan umat Muslim bisa hadir bersama pada Tablig Akbar, saya bersama istri dapat membersamai masyarakat di pelataran Masjid Agung dan diterima dengan baik oleh umat Islam,”ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Pohuwato. Baginya, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sekat yang memisahkan masyarakat, melainkan menjadi alasan untuk semakin memperkuat persaudaraan dan kepedulian.

“Terima kasih atas kebersamaan ini. Semoga Pohuwato terus maju, masyarakatnya semakin rukun, dan kita semua tetap menjaga persatuan dengan tidak membeda-bedakan umat yang lain,”tutup Ko Jolly Motto. (IK)

Penulis:Iwan Karim

Editor:Fadel Rasyid