PROKOPIM.POHUWATO – Ribuan masyarakat memadati pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Jumat malam (16/10/2026), untuk menghadiri kegiatan Tablig Akbar Pohuwato Berselawat bersama ulama nasional Ustaz Abdul Somad (UAS). Kehadiran dai kondang tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan kesempatan untuk mendengarkan tausiah secara langsung.
Tablig Akbar yang mengusung tema “Meneguhkan Iman, Mempererat Ukhuwah, dan Membangun Generasi Islami” ini menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di tengah masyarakat Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati, Iwan S. Adam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pohuwato, Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, Ketua TP-PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pengembangan Risnawati Adam Ali, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pohuwato Ny. Suriyati Iskandar Datau, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Pohuwato, para pemangku adat, organisasi perempuan, tokoh masyarakat Ko Jolly Motto, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul A. Mbuinga atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ustaz Abdul Somad. Ia juga menyampaikan selamat datang kepada Al-Mukarram Ustaz Prof. Syaikh H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., bersama rombongan di Bumi Panua, Kabupaten Pohuwato.
Menurut Bupati, kehadiran UAS merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pohuwato. Terlebih, pada malam yang penuh berkah tersebut, UAS berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan tausiah dalam kegiatan Tablig Akbar yang berlangsung di pelataran Masjid Agung Baiturrahim.
Lanjut Bupati, tema yang diangkat dalam kegiatan Pohuwato Berselawat sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama di tengah berbagai tantangan zaman yang membutuhkan penguatan nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan.
Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan keimanan yang semakin kokoh, persaudaraan yang semakin kuat, serta generasi muda yang tumbuh dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Melalui tema ini, kita diingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual. Generasi yang kuat adalah generasi yang memiliki iman, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara,”ungkapnya.
Saipul juga menyampaikan bahwa kehadiran UAS di Kabupaten Pohuwato merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya umat Islam di daerah tersebut. Kerinduan itu akhirnya terwujud melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Nisaul Jannah Pohuwato di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Meiske Amirullah bersama seluruh pengurus.
Melalui kegiatan Pohuwato Berselawat, Bupati berharap Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, kedamaian, dan keselamatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato. Ia juga berharap majelis tersebut menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mendorong masyarakat agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah Tablig Akbar oleh UAS yang disambut antusias oleh ribuan jamaah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri.
Pada kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Marisa, Ko Jolly Motto, turut memberikan bonus umrah kepada salah seorang marbot Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato. Pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas ketekunan dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai marbot masjid.
Marbot tersebut dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam melayani kebutuhan masjid, termasuk kebiasaannya datang lebih awal untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Apresiasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para pengurus dan petugas masjid lainnya agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.
Sementara itu, dalam tausiahnya, UAS mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan masyarakat. Perjalanan panjang yang ditempuhnya dari Sumatera, Jakarta, hingga ke Pulau Sulawesi dan Provinsi Gorontalo, kemudian dilanjutkan menuju Pohuwato di wilayah barat Gorontalo, terasa terbayarkan oleh antusiasme masyarakat yang menyambut kedatangannya.
UAS mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapatkan sambutan sebesar itu. Keramahan masyarakat dan suasana kebersamaan yang dirasakan selama berada di Pohuwato membuat rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh seolah terobati.
Ia juga menyoroti keberagaman masyarakat Pohuwato yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Menurutnya, perbedaan bahasa daerah maupun warna kulit bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.
Justru, keberagaman tersebut menjadi kekuatan untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa persatuan sebagai sesama anak bangsa. Perbedaan yang ada hendaknya tidak memisahkan masyarakat, melainkan menjadi bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Pohuwato Berselawat yang tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat ukhuah Islamiyah, menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, serta memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Fh)
Penulis:Fahrul Inaku
Editor:Fadel Rasyid
