PROKOPIM.POHUWATO — Camat Marisa, Usman H. Bay, menyampaikan ucapan selamat kepada para Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kecamatan Marisa yang baru dikukuhkan.
Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi masa depan.
Hal itu disampaikan Usman saat menghadiri Pengukuhan Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa sekaligus Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kecamatan Marisa masa bakti 2026-2030, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Marisa, Rabu (30/09/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh Bunda PAUD Kecamatan Marisa, Rosdiana Bay Thalib. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato yang diwakili Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten, Suriyati Datau R. Abdjul, Sekcam Marisa, Korwil Kecamatan Marisa, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Erni Hulubangga, serta para kepala desa se-Kecamatan Marisa.
Dalam sambutannya, Usman menekankan bahwa anak-anak PAUD merupakan amanah sekaligus fondasi penting bagi masa depan bangsa.
“Anak-anak PAUD itu bukan cuma sekadar amanah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, tetapi lebih kepada mereka adalah sebuah manifestasi jangka panjang. Mereka adalah pondasi dasar untuk membangun negeri kita Indonesia ini,”jelas Usman.
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat di tingkat kecamatan maupun daerah, tetapi juga merupakan bagian dari agenda pembangunan global yang tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia mengatakan, perhatian terhadap pendidikan dasar tersebut memiliki keterkaitan erat dengan cita-cita Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
“Pendidikan dasar ini benar-benar menjadi dasar, menjadi tonggak, menjadi sebuah penopang kehidupan. Tidak cuma bayi itu, tidak cuma anak itu, tetapi juga sebagai penopang bangsa kita yang besar ini,”ujarnya.
Usman menjelaskan, salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam menghadapi Indonesia Emas 2045 adalah bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif.
Menurutnya, bonus demografi dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia apabila penduduk usia produktif dipersiapkan dengan pendidikan, pengetahuan, kesehatan, dan pengalaman yang memadai.
Karena itu, kata Usman, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang baik, penguatan nilai agama, pengetahuan serta pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi anak.
“Bonus demografi itu secara peluang sebenarnya adalah sebuah peluang besar untuk negara ini bisa membangun dan lebih maju ke depannya. Kuncinya adalah bagaimana memulai pondasi dasar tadi dengan kerangka-kerangka yang baik,”katanya.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Usman, pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang generasi penerus bangsa berjalan optimal.
“Kita dukung program MBG untuk menjamin bahwa anak-anak kita tidak kekurangan gizinya, sehingga bisa mendapatkan generasi-generasi terbaik buat bangsa dan negara kita,”ujarnya.
Di akhir sambutannya, Usman menyampaikan apresiasi kepada para guru dan Bunda PAUD Desa yang terus berpartisipasi dalam menjalankan program pendidikan anak usia dini, termasuk di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Ia meyakini keterbatasan anggaran tidak akan menjadi hambatan apabila seluruh pihak di Kecamatan Marisa tetap menjaga kekompakan dan persatuan.
“Intinya adalah kekompakan dan bisa bersatu untuk mewujudkan semua program yang telah kita canangkan,”pungkasnya.(Fh)
Penulis:Fahrul Inaku
Editor:Fadel Rasyid
