Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Penuh Khidmat, Adat Modepito Iringi Perpindahan Tugas Noneng K. Ahmad

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO — Prosesi adat Modepito mengiringi pelepasan mantan Camat Dengilo, Noneng K. Ahmad, yang mendapat amanah baru sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Pohuwato.

Prosesi adat tersebut berlangsung di Kecamatan Dengilo, Selasa (29/09/2026), dan turut dihadiri Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zulkifli Umar, serta Staf Ahli Bupati, Amrin Umar.

Hadir pula Ketua TP PKK Pohuwato, Selfi Mbuinga Monoarfa, bersama unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Dengilo.

Dalam adat Gorontalo, seorang pemimpin yang dilantik dan mulai menjalankan tugas sebagai camat akan menjalani prosesi adat Molo’opu. Molo’opu merupakan upacara adat untuk menjemput dan menyambut pejabat atau camat sebagai wuleya lo lipu.

Sementara itu, ketika seorang pemimpin mengakhiri masa tugas, pindah jabatan, atau meninggalkan wilayah yang dipimpinnya, dilakukan prosesi Modepito. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan adat untuk mengantar dan melepas seorang pemimpin dari rumah jabatan menuju kediaman pribadinya.

Prosesi Modepito terhadap Noneng K. Ahmad diawali dari kamar menuju ruang sidang adat. Setelah seluruh tahapan adat selesai dilaksanakan, Noneng kemudian menjalani prosesi turun dari rumah jabatan Camat Dengilo untuk selanjutnya menuju kediamannya di Desa Padengo, Kecamatan Dengilo.

Setibanya di kediaman pribadi, rangkaian prosesi Modepito kembali dilanjutkan dan diakhiri dengan doa bersama. Prosesi adat itu dipimpin oleh pemangku adat Kecamatan Dengilo.

Mewakili Bupati Pohuwato, Asisten Pemkesra Zulkifli Umar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Noneng K. Ahmad selama menjabat sebagai Camat Dengilo.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi besar dan terima kasih yang tinggi atas pengabdian Ibu Noneng selama menjadi Camat Dengilo. Pengabdian itu tentu menjadi sejarah tersendiri karena telah berkesempatan memimpin wilayah dan melayani masyarakat di sebuah kecamatan,”ujarnya.

Ia mengatakan, amanah baru yang diberikan kepada Noneng K. Ahmad merupakan bentuk kepercayaan sekaligus penghormatan dari pimpinan. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), kata dia, setiap pegawai harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan organisasi.

“Sebagai ASN tentu harus siap ditempatkan di mana saja. Pimpinan tentu memiliki penilaian terhadap kinerja seseorang, sehingga dalam penempatannya juga disesuaikan dengan bidang dan kemampuan yang dimiliki,”jelasnya.

Sementara itu, mantan Camat Dengilo Noneng K. Ahmad menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan prosesi adat Modepito yang menjadi bagian dari penghormatan atas masa pengabdiannya di Kecamatan Dengilo.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya karena telah berkesempatan memimpin sebuah wilayah kecamatan. Olehnya, terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Pada jabatan baru ini kami siap melaksanakan amanah tersebut,”ungkapnya.

Noneng juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang telah hadir dalam prosesi tersebut, termasuk Ketua TP PKK Pohuwato.

“Terima kasih juga kepada masyarakat Dengilo, Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama atas dukungan dan kebersamaannya selama kami menjabat Camat Dengilo. Insyaallah apa yang kami jalankan dapat diteruskan oleh pejabat yang baru,”pungkasnya. (Mey)

Penulis:Meylan Radjak

Editor:Fadel Rasyid