PROKOPIM.POHUWATO – Turnamen domino dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pohuwato kembali berlanjut.
Kali ini, pertandingan menggunakan kategori double yang diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, serta sejumlah instansi lainnya, Selasa (11/08/2026).
Sebanyak 21 meja disiapkan panitia untuk mengakomodasi para peserta yang ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung di Kantor Bupati Pohuwato tersebut. Setiap pasangan berupaya mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya untuk memastikan langkah mereka berlanjut ke babak berikutnya.
Persaingan berlangsung sengit sejak pertandingan dimulai. Dari 21 meja yang tersedia, peserta harus memperebutkan 10 posisi terbaik untuk melaju ke tahap selanjutnya. Sementara 11 meja lainnya harus tersingkir berdasarkan perolehan poin yang diraih masing-masing pasangan.
Suasana turnamen semakin meriah dengan kehadiran Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, para asisten, serta staf ahli bupati dan beberapa pimpinan OPD yang sama-sama mengikuti turnamen tersebut.
Dari unsur DPRD Kabupaten Pohuwato, turut hadir Wakil Ketua II DPRD Hamdi Alamri bersama sejumlah anggota DPRD, di antaranya Nasir Giasi, Suprapto Monoarfa, Wawan Wakiden, dan Abdul Hamid Sukoli.
Memasuki babak berikutnya, tensi permainan semakin meningkat. Setiap pasangan dituntut cermat membaca permainan lawan, sekaligus berhati-hati dalam menentukan kartu domino yang akan dimainkan. Perolehan poin menjadi faktor penting karena menentukan pasangan yang berhak melanjutkan pertandingan.
Dari 10 meja yang bertanding, empat meja kembali harus tersingkir berdasarkan perolehan poin, sehingga tersisa enam meja yang berhak melanjutkan pertandingan.
Pertandingan semakin mengerucut ketika keenam meja tersebut kembali bersaing untuk memperebutkan empat posisi menuju babak semifinal. Setiap pasangan harus bermain lebih cermat dan hati-hati, terutama dalam membaca permainan lawan serta menentukan kartu domino yang akan dibuang.
Keunggulan poin menjadi penentu utama dalam setiap tahapan pertandingan. Karena itu, setiap pasangan berusaha menjaga konsistensi permainan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menambah angka. Ketegangan pun semakin terasa, terlebih banyak penonton yang ikut menyaksikan jalannya pertandingan dari dekat.
Meski persaingan berlangsung ketat, seluruh peserta tetap diharapkan menjunjung tinggi sportivitas. Sebab, turnamen tersebut bukan semata-mata untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengharapkan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Menurutnya, meskipun setiap peserta tentu memiliki keinginan untuk menjadi juara, semangat kebersamaan dan sportivitas harus tetap menjadi yang utama.
“Pertandingan ini adalah adu kecerdikan, bukan adu kekuatan. Ketegangan cukup terjadi di dalam pertandingan. Setelah pertandingan selesai, kita kembali bersatu sebagai keluarga besar Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan masyarakat,”ujar Saipul.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan persaingan dalam pertandingan sebagai alasan untuk merusak hubungan persaudaraan maupun citra daerah.
“Junjung tinggi sportivitas. Kita sama-sama berada di sini untuk memeriahkan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan,”tambahnya. (FR)
Penulis:Fadel Rasyid
Editor:Meylan Radjak
