PROKOPIM.POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meninjau langsung pelaksanaan program cetak sawah baru di Kelompok Tani Jago (Jawa-Gorontalo) Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Selasa (04/08/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengembangan lahan pertanian baru yang diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjelaskan bahwa kawasan cetak sawah baru tahun 2025 dan 2026 yang kini telah ditanami mencapai sekitar 879 hektare. Lahan tersebut telah memasuki musim tanam kedua dan salah satunya dikelola oleh Kelompok Tani Jago.
"Memang hasilnya masih relatif rendah, sekitar 3 hingga 4 ton per hektare. Hal itu sangat wajar karena ini baru memasuki musim tanam kedua. Saya optimistis setelah empat sampai lima kali musim tanam, produktivitasnya akan meningkat. Apalagi para petani berkomitmen menerapkan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada musim tanam berikutnya,"ujar Gusnar.
Menurut Gubernur, program cetak sawah baru merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Karena itu, pemerintah terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alsintan, agar petani dapat mengelola lahan secara lebih optimal.
Ia menilai keberhasilan pengembangan sawah baru di Desa Ayula menjadi bukti bahwa pembukaan lahan produktif yang dibarengi dengan dukungan teknologi dan mekanisasi pertanian mampu meningkatkan semangat petani untuk terus mengembangkan usaha taninya.
Sementara itu, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengungkapkan bahwa terwujudnya program cetak sawah di Kabupaten Pohuwato tidak terlepas dari perjuangan Gubernur Gorontalo saat melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian di Jakarta pada pertengahan tahun 2025.
"Program cetak sawah ini merupakan hasil perjuangan Pak Gubernur. Saat kami melakukan audiensi langsung dengan Menteri Pertanian di Jakarta, Pak Gubernur menyampaikan bahwa Kabupaten Pohuwato memiliki potensi besar untuk pengembangan sawah baru, terutama dengan dukungan Bendungan Randangan yang telah dibangun sejak tahun 2013.
Alhamdulillah, usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari Menteri Pertanian dengan memberikan alokasi program cetak sawah seluas 5.000 hektare untuk Kabupaten Pohuwato,"jelas Bupati.
Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo atas komitmen dan perjuangannya menghadirkan program strategis tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan seluruh masyarakat, khususnya para petani, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Berkat perjuangan beliau, program cetak sawah dan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian dapat hadir di Pohuwato. Ini menjadi modal besar bagi daerah dalam meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani," ungkap Saipul.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, menjelaskan bahwa luas cetak sawah baru di Desa Ayula mencapai 19,01 hektare. Saat ini lahan tersebut telah memasuki musim tanam kedua dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Menurut Kamri, Dinas Pertanian terus mendorong penerapan teknologi modern dalam pengelolaan lahan, termasuk pemanfaatan drone untuk penyemprotan maupun penanaman sebagai bagian dari implementasi program PM-AAS.
"Pemanfaatan teknologi seperti drone akan terus kita dorong karena merupakan bagian dari transformasi pertanian modern di Pohuwato. Dengan mekanisasi dan teknologi yang semakin baik, kami berharap produktivitas serta hasil panen petani akan terus meningkat pada musim-musim tanam berikutnya,"pungkas Kamri. (IK)
Penulis:Iwan Karim
Editor:Meylan Radjak
