Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Di Hadapan Wabup dan Forkopimda, Camat Wanggarasi Paparkan Kondisi Wilayah

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Setiap pelaksanaan Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, Agamis, dan Produktif (Gerbang Pohuwato SIAAP/GPS) di tingkat kecamatan, para camat diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan terkait kondisi wilayah serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang dihadapi masyarakat.

Pada pelaksanaan Gerbang Pohuwato SIAAP di Kecamatan Wanggarasi, Camat Wanggarasi, Elan I. Mohi, memaparkan kondisi wilayahnya di hadapan Wakil Bupati Pohuwato, unsur Forkopimda, dan sejumlah pimpinan OPD, Rabu (20/05/2026).

Dalam laporannya, Camat Elan menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Wanggarasi hingga saat ini tetap kondusif. Menurutnya, masyarakat hidup aman dan tenteram meskipun terdiri dari berbagai latar belakang suku dan budaya, khususnya pada empat desa di wilayah utara atau kawasan pegunungan yang merupakan daerah transmigrasi.

“Alhamdulillah, kondisi masyarakat di Wanggarasi sampai saat ini tetap aman dan kondusif. Masyarakat hidup rukun meski terdiri dari berbagai suku, terutama di empat desa wilayah pegunungan yang merupakan kawasan transmigrasi,”ujar Elan.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Wanggarasi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon, penyerahan bantuan sosial, pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga berbagai layanan langsung dari organisasi perangkat daerah (OPD).

“Untuk kegiatan penanaman pohon, sebanyak 100 pohon buah ditanam di lahan milik Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang berada di belakang kantor kecamatan,”terangnya.

Selain itu, pada kegiatan khitanan massal tercatat sebanyak 13 anak dari tujuh desa di Kecamatan Wanggarasi mengikuti program tersebut.

Camat Elan juga menyampaikan bahwa dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Wanggarasi, empat desa berada di wilayah pegunungan dan tiga desa lainnya berada di kawasan pesisir.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi masyarakat di empat desa pegunungan adalah akses transportasi menuju ibu kota kecamatan yang masih cukup sulit. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, termasuk saat mengikuti kegiatan pelayanan pemerintah maupun dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Untuk masyarakat di wilayah pegunungan, akses jalan menuju pusat kecamatan masih menjadi kendala. Begitu juga biaya transportasi dan harga sembako yang terasa lebih mahal karena medan yang cukup sulit, terutama bagi warga yang tidak memiliki kendaraan sendiri,”ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat dari empat desa tersebut tetap dapat hadir dan memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan pemerintah melalui kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP.

“Semoga masyarakat dari desa-desa pegunungan bisa hadir dan memanfaatkan seluruh layanan yang telah disiapkan pemerintah daerah,”pungkas Camat Elan Mohi. (Mey)

Penulis:Meylan Radjak

Editor:Sadrin Hasan