PROKOPIM.POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa pendidikan.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan beasiswa dan penandatanganan fakta integritas putra-putri daerah penerima beasiswa pada kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP (Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, Agamis, dan Produktif) di Kecamatan Lemito, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Rumah Sakit Lemito tersebut melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pohuwato sebagai salah satu organisasi perangkat daerah yang turut memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat melalui program pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan program beasiswa Siap Kuliah S2 Magister kepada Siti Sholehah Doholio dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Selanjutnya, beasiswa prestasi diserahkan kepada Aisyah Prisilia Nuu dengan IPK 3,93, serta beasiswa akhir studi kepada Indriani Iskandar Hiola dengan IPK 3,85.
Selain penyerahan beasiswa, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan fakta integritas oleh dua dokter putra-putri daerah, yakni dr. Greysti Efraldi Sampe dan dr. Rizky Gau, yang telah menyelesaikan perkuliahannya, dan siap mengabdikan diri ke Pohuwato.
Penyerahan beasiswa dan penandatanganan fakta integritas tersebut dilakukan dan disaksikan langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Rusmiati Pakaya.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan bahwa program beasiswa merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berpendidikan, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan harus terus dilaksanakan karena kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Pohuwato. Melalui program beasiswa, pemerintah daerah berupaya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan dan prestasi masing-masing.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa. Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima untuk menyelesaikan pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri agar nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Saipul.
Ia menegaskan bahwa pemberian beasiswa tidak hanya berkaitan dengan bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga profesional yang dapat mendukung kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Bupati berharap para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik serta mengamalkan ilmu yang diperoleh bagi kepentingan masyarakat Pohuwato.
Menurutnya, daerah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan sektor strategis lainnya. Kehadiran tenaga profesional yang berasal dari Pohuwato diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, anak-anak daerah yang mendapatkan kesempatan melalui beasiswa ini dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan kembali untuk mengabdi di Kabupaten Pohuwato. Ilmu dan keahlian yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk membantu masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pohuwato, Rusmiati Pakaya, menjelaskan bahwa penandatanganan fakta integritas oleh dokter yang telah menyelesaikan pendidikan merupakan bentuk komitmen untuk kembali ke daerah dan melaksanakan pengabdian kepada pemerintah daerah.
Ia menerangkan bahwa fakta integritas tersebut memuat komitmen penerima beasiswa untuk mengabdi di Kabupaten Pohuwato setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, dukungan pembiayaan pendidikan dari pemerintah daerah diharapkan sejalan dengan kebutuhan tenaga profesional di daerah.
Rusmiati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah masukan agar penandatanganan fakta integritas dilakukan sejak awal, sebelum mahasiswa menerima beasiswa dan memulai pendidikan. Usulan tersebut menjadi perhatian Disparpora untuk memperkuat mekanisme pelaksanaan program beasiswa pada tahun-tahun mendatang.
“Memang ada usulan dari beberapa komponen agar fakta integritas ditandatangani sejak awal, sebelum penerima beasiswa melaksanakan kuliah. Hal ini sudah menjadi perhatian kami di Disparpora dan insyaallah mulai tahun 2027 akan diterapkan kepada calon penerima beasiswa,” jelas Rusmiati.
Ia menambahkan, calon penerima beasiswa nantinya diharapkan menandatangani fakta integritas terlebih dahulu sebelum ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Pohuwato. Salah satu poin penting dalam dokumen tersebut adalah kesediaan penerima beasiswa untuk kembali dan mengabdikan diri di Kabupaten Pohuwato setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kalau mereka sudah akan ditetapkan sebagai penerima beasiswa, maka terlebih dahulu harus menandatangani fakta integritas yang di antaranya memuat komitmen bahwa setelah selesai kuliah, mereka akan mengabdi di Kabupaten Pohuwato,” terangnya.
Melalui program beasiswa dan penguatan komitmen pengabdian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap investasi di bidang pendidikan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Selain membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan pendidikan dan kompetensi, program ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan tenaga profesional serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pohuwato. (Mey)
Penulis:Meylan Radjak
Editor:Fadel Rasyid
