PROKOPIM.POHUWATO –Workshop Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2027 dan Sinkronisasi Program Pendidikan Jenjang SD-SMP se-Kabupaten Pohuwato secara resmi dibuka Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Senin, (12/10/2026) di Aula Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato. Hadir pula Kepala KGTK Gorontalo, Hamzah Hippy, para pemateri dari Kejaksaan Negeri Pohuwato dan Inspektorat Daerah Pohuwato, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zulkifli Umar, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga, menegaskan bahwa penyusunan RKAS bukan sekadar kegiatan administratif untuk memenuhi kewajiban pengelolaan anggaran, melainkan bagian penting dari perencanaan pembangunan pendidikan di setiap satuan pendidikan.
Menurutnya, penyusunan RKAS Tahun 2027 harus dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata sekolah dengan mempertimbangkan skala prioritas serta dampaknya terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
“Kami berharap penyusunan RKAS Tahun 2027 benar-benar dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata sekolah, dengan memperhatikan skala prioritas dan dampaknya terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, prioritas penggunaan anggaran hendaknya diarahkan pada program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan akademik siswa, maupun peningkatan kualitas pelayanan pendidikan secara menyeluruh.
Seluruh upaya tersebut, lanjutnya, harus bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan mutu pendidikan serta nilai rapor pendidikan setiap satuan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
Bupati juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, Dapodik tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi dan penginputan data, tetapi merupakan instrumen penting untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta perkembangan masing-masing sekolah.
Data pendidikan yang lengkap, akurat, dan mutakhir menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta menentukan intervensi pembangunan pendidikan. Selain itu, data yang valid juga berperan penting dalam mendukung satuan pendidikan memperoleh berbagai bentuk bantuan dan dukungan dari pemerintah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungannya terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Pohuwato,”kata Saipul.
Ia pun berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop tersebut dengan serius dan saksama, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami serta diterapkan dalam pengelolaan sekolah masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, agar sasaran workshop benar-benar tercapai dan memberikan manfaat bagi kepala sekolah maupun operator. Dengan demikian, hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, dalam pengantarnya menjelaskan bahwa workshop penyusunan rencana kegiatan dan anggaran sekolah yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun, khususnya bagi satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan rencana kegiatan dan anggaran perlu dilakukan secara bersama-sama agar pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah pada tahun mendatang dapat berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis yang berlaku.
Menurut Arman, penggunaan anggaran tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, baik dari sisi kompetensi guru maupun kemampuan siswa.
Selain itu, workshop ini juga bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan rencana kegiatan serta pembiayaan yang disusun oleh masing-masing sekolah. Dengan adanya sinkronisasi tersebut, pelaksanaan program pendidikan di tingkat kabupaten dan satuan pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan saling mendukung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan dana BOS tahun depan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, baik bagi guru maupun siswa. Kami juga ingin agar terdapat sinkronisasi antara kalender kegiatan Dinas Pendidikan dengan kegiatan dan pembiayaan di sekolah,”jelasnya.
Arman menambahkan, kegiatan workshop tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti kurang lebih 149 peserta yang terdiri atas kepala sekolah jenjang SD dan SMP serta operator sekolah se-Kabupaten Pohuwato.
Ke depan, hasil workshop ini diharapkan menjadi pedoman bagi setiap satuan pendidikan dalam menyusun RKAS Tahun 2027 yang sesuai kebutuhan, selaras dengan program pemerintah daerah, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik. (Fh)
Penulis:Fahrul Inaku
Editor:Fadel Rasyid
