Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Pemkab Pohuwato dan Lembaga Adat Matangkan Persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama Lembaga Adat Pohuwato menggelar rapat persiapan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Rabu (19/08/2026).

Rapat berlangsung di Rumah Adat Pohuwato dan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zulkifli Umar.

Rapat tersebut dihadiri Ketua Lembaga Adat Pohuwato, Kisman Mooduto, Hakimu Pohuwato, Wisno Pakaya, bersama perangkat adat lainnya. Turut hadir para sekretaris OPD serta camat se-Kabupaten Pohuwato.

Dalam rapat disepakati bahwa pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini tetap mengacu pada pelaksanaan tahun sebelumnya, yakni perayaan di Masjid Agung Baiturrahim Kabupaten Pohuwato dan masjid besar di tingkat kecamatan dilaksanakan secara bersamaan.

Sekda Iskandar Datau menjelaskan, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, akan dirangkaikan dengan tradisi Gorontalo yang diawali pada sore hari melalui turunani, yang juga dikenal dengan sebutan surunani atau sulunami.

“Karena di Gorontalo dilaksanakan dua perayaan, yakni secara nasional dan tradisional, maka perayaannya dimulai sejak sore hari dengan tradisi turunani,”jelasnya.

Turunani merupakan seni tradisi lisan dan nyanyian bernuansa Islam berupa lantunan syair berbahasa Arab yang diiringi tabuhan rebana. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi di Gorontalo, meski saat ini mulai jarang dibawakan oleh masyarakat.

Sekda menegaskan, pelaksanaan turunani dan zikir atau dikili di masjid-masjid besar kecamatan akan dilaksanakan secara bersamaan. Hal tersebut dimaksudkan agar para pezikir tidak hanya berkumpul di satu tempat, tetapi dapat mengambil bagian dalam pelaksanaan dikili di wilayah kecamatan masing-masing.

Untuk jajaran OPD, Sekda meminta agar persiapan walima dan toyopo tetap mengacu pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Setiap OPD diharapkan menyediakan walima dan toyopo yang telah dihias dan diisi dengan kue-kue tradisional Gorontalo.

“Kami berharap kepada sekretaris atau yang mewakili pimpinan agar keputusan bersama ini dapat segera dilaporkan. Waktu yang tersisa menjadi perhatian kita bersama, karena pada Selasa depan walima dan toyopo sudah harus berada di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato,”tegasnya.

Iskandar menambahkan, perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan kepada Baginda Rasulullah sekaligus upaya mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Tugas kita saat ini adalah melanjutkan tradisi ini agar tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi Islam di masa yang akan datang,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah rangkaian turunani, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan secara nasional dan kemudian perayaan tradisional melalui dikili atau zikir.

Untuk itu, seluruh jajaran pemerintah daerah, lembaga adat, serta masyarakat diharapkan dapat hadir dan bersama-sama menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di masing-masing wilayah. Untuk ASN diminta bisa hadir bersama di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato. (Zek)

Penulis:Abdul Razak Supu

Editor:Meylan Radjak