PROKOPIM.POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara resmi melepas jenazah almarhum KH. Drs. Fahri Djafar, M.Hi untuk dimakamkan di pekuburan keluarga yang terletak di Desa Mananggu, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Senin (30/03/2026).
Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada sore hari sekitar pukul 16.30 WITA dari Bandara Djalaluddin Gorontalo, setelah sebelumnya diterbangkan dari Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Diketahui, almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin pada Senin dini hari pada pukul 00.30 WITA.
Sejak kedatangan jenazah, ribuan pelayat telah memadati rumah duka di Desa Mananggu. Masyarakat dari dua daerah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Dalam sambutannya pada prosesi pelepasan, Bupati Saipul Mbuinga, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu tokoh agama terkemuka di Pohuwato tersebut.
“Pada hari yang penuh duka ini, kita semua berkumpul untuk melepas kepergian seorang alim ulama, sosok panutan, dan kebanggaan daerah kita tercinta. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum KH. Drs. Fahri Djafar, M.Hi,”ujar Bupati.
Bupati juga mengungkapkan bahwa almarhum merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam kehidupan keagamaan di Pohuwato. Selain pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, almarhum juga aktif sebagai Ketua MUI Pohuwato, Ketua Dewan Pengawas Syariah Baznas Pohuwato, serta pengurus Badan Takmir Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.
Lebih lanjut, Saipul Mbuinga menilai almarhum bukan hanya seorang ulama, tetapi juga guru dan pembimbing umat yang senantiasa memberikan keteladanan.
“Almarhum adalah pribadi yang istikamah dalam dakwah, lembut dalam tutur kata, serta bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Nasihat-nasihat beliau menyejukkan hati dan pengabdiannya menjadi inspirasi bagi kita semua,”tambahnya.
Menurutnya, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Pohuwato yang selama ini merasakan bimbingan dan kehadirannya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan. Mari kita iringi kepergian almarhum dengan doa terbaik. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya,”tutup Bupati.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat, diiringi doa dan haru dari para pelayat yang turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.(IK)
Penulis:Iwan Karim
Editor:Sadrin Hasan
