PROKOPIM.POHUWATO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Pohuwato menjadi momentum istimewa dengan diterimanya sertifikat penyelenggaraan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Rabu (25/02/2026). Penyerahan tersebut bertepatan dengan satu tahun Pemerintahan SIAP (Saipul Mbuinga–Iwan Adam).
Sertifikat dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI itu diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato sebagai tanda resmi penyelenggaraan layanan call center 112. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, tertanggal 23 Februari 2026.
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh perwakilan Kementerian, Aam Sofyan, yang juga menjabat Direktur Informasi Teknologi PT. Trada Telkomsel Indonesia.
Turut hadir Manager Pengembangan Bisnis Trada Telkomsel Indonesia, Nining. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pertukaran cendera mata sebagai bentuk apresiasi dan kemitraan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyematan rompi kepada operator Pohuwato SIAP Tanggap 112 oleh Bupati Saipul bersama Aam Sofyan dan Nining sebagai simbol kesiapan layanan beroperasi.
Dalam sambutannya, Aam Sofyan menyampaikan bahwa Kabupaten Pohuwato menjadi daerah ke-195 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menghadirkan layanan 112. Nomor 112 merupakan nomor tunggal panggilan darurat yang berlaku secara internasional dan telah digunakan di Indonesia sejak 1 Desember 2016.
Sementara itu, Bupati Saipul menegaskan bahwa kehadiran layanan 112 merupakan bagian dari komitmen Pemerintahan SIAP dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Layanan tersebut telah terintegrasi dengan berbagai instansi terkait, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan seperti kesehatan, kebakaran, keamanan, dan penanggulangan bencana, serta siap melayani masyarakat selama 24 jam.
Sejak diluncurkan, layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Fadli Sanad, mengungkapkan hingga saat ini sudah lebih dari 200 penelepon menghubungi nomor 112, baik untuk melapor maupun sekadar mencoba.
Setiap laporan darurat yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan meneruskan informasi kepada instansi terkait.
Ia menambahkan, layanan ini juga melibatkan petugas yang telah mendapat pelatihan dari Basarnas, BPBD, Tagana, DLH, dan Dinas Kesehatan. Ke depan, setelah Lebaran, layanan 112 direncanakan akan diperluas ke seluruh OPD agar seluruh pelayanan masyarakat dapat terintegrasi melalui satu nomor darurat.(Mey)
Penulis:Meylan Radjak
Editor:Sadrin Hasan
