PROKOPIM.POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyambut baik kehadiran Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang menyempatkan waktu melaksanakan salat tarawih bersama masyarakat Pohuwato di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Rabu (25/02/2026).
Diketahui, kedatangan Gubernur di Pohuwato dalam rangka menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-23 Kabupaten Pohuwato yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Pohuwato.
“Terima kasih atas kehadiran Gubernur bersama rombongan yang telah memenuhi undangan pemerintah daerah menghadiri HUT ke-23 Kabupaten Pohuwato,” terang Bupati Saipul.
Menurutnya, selain memperingati hari jadi Kabupaten Pohuwato, pemerintah daerah bersama DPRD juga merayakan satu tahun Pemerintahan SIAP yang dilantik pada 20 Februari 2025.
“Dua momen itu bertepatan di bulan Ramadan, dan semoga ini membawa berkah bagi daerah yang kita cintai,”terangnya.
Bupati menjelaskan bahwa Masjid Agung Baiturrahim dibangun pada masa pemerintahan Bupati Zainuddin Hasan dan Wakil Bupati, Yusuf Giasi, kemudian dilanjutkan pada masa Bupati Syarif Mbuinga dan Wakil Bupati, Amin Haras selama kurang lebih 10 tahun.
“Saat ini kami melanjutkan pembangunan tersebut yang sudah masuk di periode kedua ketika kami menjadi Bupati Pohuwato,”jelasnya.
Terkait pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo, Bupati Saipul menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, sejak Gorontalo menjadi provinsi, belum memiliki masjid raya.
“Olehnya diharapkan warga Pohuwato untuk bisa berinfak membantu pembangunan masjid raya tersebut. Insyaallah masjid ini bisa selesai dan kita bisa berkesempatan untuk datang dan beribadah di sana,”ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk bisa bersama masyarakat di Marisa, ibu kota Kabupaten Pohuwato.
“Kehadiran kami di Marisa dalam rangka HUT Kabupaten Pohuwato. Semoga di usia 23 tahun ini Pohuwato akan lebih maju dan berkembang, masyarakatnya lebih sejahtera. Demikian juga kepada Bupati dan Wakil Bupati yang pada bulan ini memperingati satu tahun pemerintahan sejak dilantik Februari tahun lalu,”terangnya.
Gubernur juga mengajak masyarakat, khususnya jemaah masjid agung, untuk bergembira menyambut dan menjalankan ibadah suci Ramadan.
“Jangan mengeluh, kita harus bergembira karena masih bisa bertemu kembali dengan bulan puasa,”ucapnya.
Ia turut menyoroti pergerakan harga komoditas di pasar yang kerap mengalami kenaikan saat Ramadan akibat tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan.
“Pemerintah Provinsi dan Pohuwato ada tim yang memantau pergerakan-pergerakan di pasar, jangan sampai naik melebihi batas yang diatur. Harga harus terjangkau oleh masyarakat, karena segala macam komoditi itu diperlukan oleh masyarakat, sehingga harga perlu dijaga,” tegasnya.
Terkait pembangunan Masjid Raya, Gubernur menjelaskan bahwa proses pembangunan sementara berlangsung dan belum lama ini telah dilakukan peletakan batu pertama.
“Masjid Raya ini digagas oleh pendahulu kami, dan saat ini kami telah melakukan peletakan batu pertama, karena di provinsi belum ada masjid raya, dan tugas saya merealisasikan ini insyaallah terwujud,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Masjid Raya tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan murni dari dana masyarakat melalui infak.
“Ini juga kami lakukan agar semua bisa terlibat dan semua mendapatkan pahala. Terserah berapa infak kita, tidak terbatas berapa nilainya. Bisa melalui aplikasi berupa QRIS,”pungkasnya.(Mey)
Penulis;Meylan Radjak
Editor:Sadrin Hasan
