Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Antar Nasi Tumis Gunakan Aplikasi Barcode

Dokumen Prokopim Pohuwato

HUMAS.POHUWATO-Program antar nasi tumis di tahun 2019 ini telah menggunakan aplikasi Barcode. Barcode yang dipasang di rumah-rumah penerima nasi tumis itu setiap hari di foto atau scan oleh pihak rumah makan yang menjadi langganan untuk mengantar nasi tumis. Scan Barcode tersebut sempat dilakukan Wakil Bupati Amin Haras didampingi Sekda Djoni Nento dan Wakapolres Pohuwato ketika mengantar nasi tumis pada salah satu masyarakat miskin yang ada di Desa Marisa Kecamatan Popayato Timur pada kegiatan Gema Panua Jum’at, (15/2/2019). 

Wabup Amin sangat berharap agar pihak rumah makan dapat rutin untuk mengantar makanan tersebut. Meski diketahui antar nasi tumis ini setiap hari dilakukan akan tetapi jamnya atau waktu pengantaran jangan terlalu lama atau sudah lewat jam makan. Apalagi bagi orang tua tentu waktu jam makan perlu diatur.

Selanjutnya bagi masyarakat miskin diharapkan dapat menerima dengan baik, karena ini adalah merupakan program Pemerintah Daerah dalam membantu masyarakat miskin khususnya dalam kebutuhan sehari-hari berupa makan yang teratur dengan gizi yang sesuai.

Kadis Sosial Ahmad Djuuna menjelaskan, semua yang penerima makanan telah kami pasang Barcode. Aplikasi Barcode ini terkonek dengan Dinas Sosial, ketika mereka mengantar makanan maka wajib menscan Barcode itu dan ini menandakan bahwa pihak rumah makan yang sudah menjadi langganan Pemda telah mengantar makanan. “Kalau tidak di scan dan atau tidak muncul di Dinas Sosial berarti tidak mengantar dan kita tidak bayar. Jadi untuk membuktikannya maka setiap hari dia harus scan, dan akan terlihat jam, tanggal, hari dan saat itu juga bisa dilihat di aplikasi yang ada di Dinas Sosial”jelasnya.

Jadi akan diketahui rumah makan mana yang belum mengantar makanan di Kabupaten Pohuwato. Karena 13 Kecamatan sudah dipantau dan sudah menggunakan aplikasi tersebut. Dari 800 penerima nasi tumis se-Pohuwato semuanya sudah menggunakan barcode di rumah masing-masing. Diluar dari donasi (masyarakat penyumbang) yang sekarang sudah 23 orang,  sehingga dari 800 orang melalui APBD dan 23 orang donatur yang jika dijumlah menjadi 823 orang. “Untuk 23 orang donasi tersebut disebar dulu di Kecamatan yang termiskin seperti Kecamatan Popayato Barat, Lemito, Dengilo dan Patilanggio, itu urutan kemiskinan tertinggi”pungkas Kadis Sosial Ahmad Djuuna.(IK)

Foto/Reporter:Iwan Karim