PROKOPIM.POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, memaparkan progres realisasi fisik dan keuangan serta capaian sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Pohuwato dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) Triwulan III Tahun 2026.
Kegiatan yang membahas progres realisasi dan capaian kinerja program/kegiatan bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung di Ruang Dulohupa Lantai III Kantor Gubernur Gorontalo, Senin (26/10/2026).
Rapat dipimpin Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sopian Ibrahim. Kegiatan ini diikuti para kepala daerah serta perwakilan instansi vertikal, di antaranya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb), Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo.
Bupati Saipul A. Mbuinga hadir didampingi Kepala Bapppeda Pohuwato, Rustam Melleng, dan Kepala Bagian Pembangunan, Sadirun. Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyampaikan paparan mengenai lima aspek utama, yakni progres realisasi fisik dan keuangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kesiapan lahan untuk pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta program strategis nasional lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato.
Dalam pemaparannya, Bupati Saipul menjelaskan perkembangan revitalisasi sarana pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP. Dari keseluruhan program, terdapat 41 unit sekolah yang masuk dalam kegiatan revitalisasi tahun 2025 dan 2026, baik yang sedang dalam proses pembangunan maupun yang telah menyelesaikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan kementerian terkait.
“Total anggaran revitalisasi tahun 2025 dan 2026 mencapai Rp32,3 miliar. Alhamdulillah, dalam pelaksanaannya tidak mengalami hambatan. Sebagaimana yang telah ditayangkan melalui slide oleh Kepala Kanwil, realisasi pekerjaan berada pada posisi 59 persen,” jelas Saipul.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo atas perhatian terhadap pembangunan di Kabupaten Pohuwato. Ia berharap dukungan tersebut terus diperkuat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur jalan, baik melalui pemerintah provinsi maupun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Gorontalo.
Selain itu, Saipul berharap Balai Wilayah Sungai Sulawesi II turut memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan pembangunan yang ada di Kabupaten Pohuwato.
Sementara itu, Kepala Bapppeda Pohuwato, Rustam Melleng, memaparkan secara terperinci perkembangan realisasi APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelaksanaan MBG, serta kesiapan lahan dan progres program infrastruktur pertanian.
Untuk realisasi belanja daerah, Rustam menyebutkan bahwa dari pagu anggaran sebesar Rp852 miliar, realisasi telah mencapai sekitar Rp516 miliar atau 60,55 persen. Dengan demikian, masih terdapat selisih sekitar Rp336,30 miliar yang perlu direalisasikan.
“Belanja modal mencatat persentase realisasi terendah, yakni 23,14 persen. Sementara itu, belanja transfer mencatat realisasi tertinggi sebesar 73,48 persen,”ungkap Rustam.
Ia melanjutkan, berdasarkan evaluasi APBD hingga September 2026, realisasi anggaran Kabupaten Pohuwato masih perlu didorong agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Adapun target fisik per 30 September berada pada angka 66,99 persen, sedangkan realisasinya mencapai 61,13 persen.
Pada pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK), progres fisik pembangunan DAK fisik dilaporkan mencapai 65 persen, dengan realisasi keuangan sebesar 40,58 persen. Sementara itu, realisasi DAK nonfisik yang disampaikan dalam paparan berada pada angka 6,99 persen.
Perkembangan Koperasi Merah Putih dan Program MBG
Terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Rustam menjelaskan bahwa Kabupaten Pohuwato menargetkan pembangunan 104 gerai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 gerai telah mencapai progres 100 persen.
Selain itu, terdapat 27 gerai pada tahap pertama dengan progres berkisar 56 hingga 97 persen. Sementara itu, 10 gerai pada tahap kedua masih berada pada progres 10 hingga 50 persen. Adapun 16 gerai yang telah melalui proses verifikasi dan validasi dinyatakan siap beroperasi. “Untuk 16 gerai yang kemarin sudah terverifikasi dan tervalidasi, itu siap untuk beroperasi,” tutur Rustam.
Pada program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melaporkan bahwa delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan mampu melayani sekitar 12.666 penerima manfaat. Dari potensi kebutuhan di Kabupaten Pohuwato, diperkirakan terdapat 24 SPPG yang dapat dikembangkan. Selain delapan SPPG yang telah beroperasi, terdapat empat SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum beroperasi.
Rustam berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mempercepat operasional SPPG di wilayah 3T. Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga masih memiliki potensi pengembangan sekitar 12 SPPG untuk memperluas jangkauan pelayanan program tersebut.
Kesiapan Lahan dan Progres Infrastruktur Pertanian
Dalam paparan berikutnya, Rustam menyampaikan perkembangan program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dirancang untuk mendukung pengairan lahan persawahan seluas lima hektare pada setiap unit.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan lahan untuk pembangunan JIAT di Kabupaten Pohuwato telah melalui proses verifikasi. Usulan program tersebut mencakup 16 unit pada tahap pertama melalui Dinas Pertanian, delapan unit pada tahap kedua, serta delapan unit yang diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Meski kesiapan lahan telah terverifikasi, progres fisik dan keuangan seluruh unit yang dipaparkan masih berada pada angka nol persen karena program tersebut masih dalam tahap verifikasi lahan.
Selain JIAT, Kabupaten Pohuwato juga memperoleh dukungan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan seluas lima hektare per unit. Dari total 40 unit IRPOM, sebanyak tiga unit telah terealisasi 100 persen dan pengelolaannya diserahkan langsung kepada kelompok masyarakat. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 37 unit yang belum dilaksanakan.
Rustam juga melaporkan progres program Pemeliharaan Irigasi Tersier (PITER). Pada tahap pertama, sebanyak 10 unit telah mencapai progres 100 persen. Sementara itu, pada tahap kedua terdapat 30 unit dengan progres fisik sekitar 70 persen, sedangkan realisasi keuangannya telah mencapai 100 persen karena dana disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat.
“Melalui RAKOREV Triwulan III ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap koordinasi dan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi semakin optimal, sehingga percepatan realisasi anggaran, pembangunan infrastruktur, serta pelaksanaan program strategis nasional dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pohuwato”,pungkas Kepala Bapppeda, Rustam Melleng. (IK)
Penulis:Iwan Karim
Editor:Fadel Rasyid
