Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Wabup Iwan Adam Buka Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi Siswa SMP se-Pohuwato

Dokumen Prokopim Pohuwato

PROKOPIM.POHUWATO – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Pohuwato yang digelar di Teater Terbuka Pantai Pohon Cinta, Marisa, Rabu (05/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Dr. Andri Wijaya, S.Si., M.Si., mewakili Kepala BMKG Provinsi Gorontalo, perwakilan BPBD Provinsi Gorontalo Subhan Mahmud, Kepala Pelaksana BPBD Pohuwato Abdulmutalib Dunggio, Kepala Bappeda Pohuwato Rustam Melleng, Pimpinan Bank SulutGo Cabang Marisa Zulhijas A. Rasyid, Kepala Pos SAR Marisa, unsur Pani Gold Mine, para camat, kepala sekolah, Basarnas, serta ratusan siswa peserta kegiatan.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang sedianya hadir membuka kegiatan tersebut. Namun, karena bersamaan dengan sejumlah agenda pemerintahan di Kantor Bupati, Bupati menugaskan dirinya untuk mewakili sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Menurut Wakil Bupati, pelatihan kader sosialisasi penanggulangan bencana merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, maupun kebakaran.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong untuk membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat.

"Ketika bencana terjadi, yang paling utama adalah menyelamatkan diri dengan benar, kemudian membantu orang lain apabila memungkinkan. Nilai kebersamaan dan kepedulian seperti inilah yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda," tambahnya.

Wakil Bupati juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Pohuwato. "Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa kesiapsiagaan dan edukasi mampu meminimalkan risiko serta menyelamatkan lebih banyak jiwa saat bencana terjadi," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Sadrin Hasan, melaporkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman peserta mengenai karakteristik gempa bumi dan tsunami, memberikan edukasi tentang langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah bencana, menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dan masyarakat, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Sadrin menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti sekitar 250 siswa kelas IX dari SMP di Kecamatan Marisa, Buntulia, dan Duhiadaa, serta melibatkan perwakilan Baznas Pohuwato.

Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi dan simulasi ini akan dilaksanakan secara bertahap di beberapa wilayah lainnya. Setelah pelaksanaan di Marisa, kegiatan akan berlanjut di wilayah Dengilo–Paguat, Randangan–Patilanggio, Taluditi, hingga Wanggarasi, Lemito, dan Popayato serumpun.

"Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BMKG Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, dan BPBD Kabupaten Pohuwato. Materi yang diberikan meliputi pengenalan risiko gempa bumi dan tsunami, upaya mitigasi struktural maupun nonstruktural, prosedur evakuasi, pemanfaatan informasi peringatan dini, hingga simulasi penyelamatan diri apabila terjadi bencana," jelas Sadrin. (Zek)

Penulis:Abdul Razak Supu

Editor:Meylan Radjak