PROKOPIM.POHUWATO – Sebanyak 150 peserta yang merupakan perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Pohuwato mengikuti kegiatan Pemberdayaan Perempuan Melalui Sosialisasi Cegah Kekerasan dan Bentuk Ketidakadilan Berbasis Gender” yang berlangsung di Aula Dinas PUPR, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang dihadiri Sekda Iskandar Datau, terselenggara berkat kolaborasi DWP Kabupaten Pohuwato bersama DWP Dinas Kesehatan, DWP Dinas Lingkungan Hidup, DWP BPBD, DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta DWP Kecamatan Popayato Barat.
Dalam sambutannya, Sekda Iskandar Datau, sangat mengapresiasi dan mengaku bangga dengan semangat anggota DWP yang diketahui tanpa anggaran, namun semangat ibu-ibu tidak pernah padam. Ia menegaskan bahwa Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam pembangunan, terutama dalam mendorong kesetaraan gender.
Lanjutnya, perjuangan yang dulu diperjuangkan R.A. Kartini kini telah membawa perempuan keluar dari batasan masa lalu. “Dulu perempuan tugasnya hanya dianggap di dapur dan melahirkan. Tapi sekarang sudah berada di era kesetaraan. Perempuan punya akses pendidikan dan peran penting dalam pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial budaya DWP yang bertujuan memperkuat pemahaman tentang kesetaraan gender serta mencegah kekerasan terhadap perempuan.
“Semangat Kartini tidak boleh hanya menjadi seremonial. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Suriyati berharap agar seluruh anggota DWP dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan, baik di keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari DP3AP2KB Bidang Perlindungan Perempuan (PP) dan Pengarusutamaan Gender (PUG), Sri Marlina Mursalin, yang memberikan edukasi terkait bentuk-bentuk kekerasan serta ketidakadilan gender yang masih kerap terjadi.(Mey)
Penulis:Meylan Radjak
Editor:Sadrin Hasan
