HUMAS.POHUWATO-Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) Dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting 2019 yang digelar oleh Kementerian Kominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) di Kabupaten Pohuwato dibuka Sekda Djoni Nento, Selasa, (3/9) di hotel Golden Sri, Marisa.
Kegiatan yang diikuti unsur media, perwakilan pelajar SMA/SMK, perwakilan mahasiswa, anggota komunitas serta remaja putra putri dari 10 desa prioritas stunting turut dihadiri Purwaningsih yang merupakan salah satu staf Kemenkominfo.
Selaku Pemerintah Daerah, Sekda Djoni Nento menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kominfo yang telah menyelenggarakan sosialisasi di Kabupaten Pohuwato. Diakui bahwa pohuwato terpilih salah satu dari 30 daerah yang ada di Indonesia untuk dilksanakan sosialisasi seperti ini. Sosialisasi yang dilaksanakan saat ini memang arahnya kepada generasi muda, dengan tujuan untuk pencegahan stunting yang harus dilakukan sedini mungkin. Bahkan sejak calon ibu alias remaja, sehingga generasi milenial itu tidak saja paham kesehatan reproduksi tapi juga tahu batas-batas dalam bergaul.
Terkait dengan stunting kata sekda, pemda telah melakukan evaluasi dengan OPD terkait, juga sudah melaksanakan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa. Upaya untuk pencegahan stunting kedepan yakni prilaku dan pola serta kebiasaan hidup bersih bagi masyarakat menjadi salah satu tolak ukur. Pemahan dan peran masyarakat terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka penurunan prevalensi stunting perlu dilakukan secara masif dan bersama-sama.
Dampak stunting ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak yang masih balita. Olehnya sosialisasi pada saat ini lebih fokus pada pola hidup sehat dan bersih, karena prilaku tersebut bagian terpenting untuk pencegahan stunting. Pemda juga berharap dan menegaskan kepada masyarakat bahwa pentingnya ibu-ibu yang masih memiliki bayi, masih melahirkan dapat memberi ASI kepada bayi dari umur 0-2 tahun.
Dengan ASI, anak-anak jadi kuat fisik dan mentalnya, dengan ASI, kesiapan anak kedepan itu lebih baik lagi, ketimbang diberikan suguhan susu formula yang ada. “Dalam ASI itu sesungguhnya sari-sari makanan yang ada dalam tubuh ibu yang keluar menjadi air susu, untuk itu penting kiranya hal ini menjadi perhatian bersama terutama kaum ibu.”ungkap Sekda Djoni Nento.(IK)
