Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Bupati Syarif Mbuinga bersama Pimpinan OPD gelar rapat dengan Kepala BPJS Gorontalo

Dokumen Prokopim Pohuwato

HUMAS.POHUWATO – Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga menggelar rapat bersama Pimpinan BPJS Gorontalo Muhammad Yusrizal, S.Kom, MM, senin (2/9/2019) di ruang pola. Adapun yang menjadi pokok pembahasan ialah skema penyelesaian defisit terhadap BPJS Kesehatan.

Sebelumnya rapat bersama BPJS Kesehatan ini telah dilaksanakan di Manado yang dihadiri langsung oleh Kadis Kesehatan, Kadis Sosial dan Direktur RSBP, ini merupakan tindak lanjut yang ada di sana, jelas Bupati Syarif.

Menurut Bupati Syarif masalah serius yang dihadapi saat ini bukan hanya mengenai pembiayaan saja tapi masalah kepesertaan yang terupdate juga. Secara nasional anggaran yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat kepada BPJS senilai 28 triliun tetapi hal ini semata-mata belum bisa menutupi defisit yang dialami oleh BPJS, sehingganya untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Pusat akan mengeluarkan Perpres kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tutur Bupati Syarif.

Melalui Kepala BPJS Gorontalo Muhammad Yusrizal mengatakan data total jumlah peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar kontribusi terbesar dari sekmen PBI APBN dan PBI APBD, untuk PBI APBD berjumlah 60.000 jiwa dan PBI APBN 57.548 jiwa. Peserta PBI itu sendiri diambil berdasarkan data BDT yang ada di Dinas Sosial, peserta tersebut bisa saja dikurangi atau ditambahkan, ungkap Yusrizal.

Dalam paparannya Yusrizal menjelaskan, di Kabupaten Pohuwato peserta BPJS Mandiri berjumlah 6625 jiwa dari jumlah tersebut yang aktif hanya 1918 (29 %) sisanya 4707 (71 %) tidak aktif atau menunggak. Terakhir Yusrizal berharap kepada Pemerintah Daerah Pohuwato melalui Dinas PMD agar mendaftarkan para Perangkat Desa sebagai peserta program JKN KIS karena sampai dengan saat ini di Provinsi Gorontalo belum ada yang mendaftar program JKN KIS berdasarkan segmen Perangkat Desa.   

Menanggapi dari penjelasan Kepala BJPS Gorontalo, Bupati Syarif menyampaikan bahwa kemungkinan dari data diatas peserta BPJS Mandiri yang tidak aktif akan bertambah disebabkan dengan naiknya iuran BPJS, hal ini tidak dapat dipungkiri lagi karena kesadaran masyarakat terhadap pentingya kesehatan masih rendah.

Selanjutnya Direktur RSUD Bumi Panua dr. Syahrawanty Abbas menyampaikan rata-rata kunjungan pasien baik ke poliklinik atau rawat inap yang tanggani oleh rumah sakit dalam sebulan mencapai 28.000 orang, 95 % itu yang dicover BPJS, 3 % lagi masuk dalam kategori umum, sisanya 2 % adalah pasien yang tidak punya apa-apa. Untuk sisa dari 2 % tersebut kami minta pendampingan dari Dinas Kesehatan, jelas Syahrawanty menambahkan. (SH)