PROKOPIM.POHUWATO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat konektivitas antardaerah kembali dibuktikan dengan beroperasinya penerbangan perintis di Bandar Udara Panua Pohuwato.
Menyusul keberhasilan pelaksanaan penerbangan perdana pada 15 Januari 2026, penerbangan kembali dijadwalkan pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan rute Gorontalo–Pohuwato dan Pohuwato–Gorontalo.
Penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai perintis berpengalaman, Susi Air, yang menawarkan waktu tempuh jauh lebih singkat, aman, dan nyaman dibandingkan jalur darat. Dari Gorontalo menuju Pohuwato, perjalanan udara hanya memakan waktu sekitar 35 menit, menjadi lompatan besar dalam efisiensi mobilitas masyarakat.
Kembalinya penerbangan di Bandara Panua bukan sekadar penambahan jadwal, tetapi menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi Kabupaten Pohuwato. Bandara Panua diproyeksikan sebagai wajah masa depan daerah, pintu gerbang ekonomi, pariwisata, pelayanan publik, serta percepatan pembangunan wilayah barat Provinsi Gorontalo.
ASN dan Masyarakat, Kunci Hidupnya Bandara Panua
Pemerintah Daerah menyadari bahwa tantangan terbesar bukan hanya membangun dan membuka bandara, melainkan menumbuhkan kepercayaan serta kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkannya. Dalam konteks ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan menjadi pengguna awal sekaligus duta Bandara Panua.
Setiap perjalanan dinas dan mobilitas antarwilayah menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa transportasi udara di Pohuwato benar-benar tersedia, layak, dan siap digunakan. Selain ASN, masyarakat umum, pelaku usaha, akademisi, hingga generasi muda juga diharapkan turut memanfaatkan layanan ini.
Menggunakan Bandara Panua berarti mendukung pembangunan daerah sendiri, menggerakkan roda ekonomi lokal, membuka peluang investasi dan pariwisata, serta menjaga keberlanjutan layanan penerbangan perintis.
Bandara Panua, Ikon Baru Kebanggaan Pohuwato
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato, Muslimin Nento, menegaskan bahwa Bandara Panua tidak dibangun untuk dibiarkan sepi, melainkan sebagai ikon kebanggaan daerah dan bukti kesiapan Pohuwato sejajar dengan daerah lain dalam hal konektivitas dan pelayanan publik.
“Bandara Panua adalah penghubung mimpi besar Pohuwato dengan dunia luar. Destinasi wisata unggulan seperti Pantai Pohon Cinta, Pantai Libuo, Pulau Lahe, hingga Desa Wisata Torosiaje kini semakin mudah dijangkau,” ujar Muslimin Nento, Rabu (21/01/2026), di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan bahwa jadwal penerbangan saat ini tersedia satu kali dalam sepekan, setiap hari Kamis. Untuk penerbangan Kamis, 22 Januari 2026, rute Gorontalo–Pohuwato dijadwalkan pukul 09.05–09.40 WITA dengan tarif Rp357.830. Sementara rute Pohuwato–Gorontalo dijadwalkan pukul 09.55–10.30 WITA dengan tarif Rp300.830.
Ayo Terbang dari Bumi Panua
Pemerintah Daerah mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk bersama-sama membuktikan bahwa Bandara Panua bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi kebutuhan dan kebanggaan bersama.
“Dengan menggunakan moda transportasi udara ini, kita sedang menanam kepercayaan, membuka masa depan, dan menegaskan bahwa Pohuwato siap melangkah lebih jauh. Bandara Panua Pohuwato—terbang bersama, siap maju bersama,” tutup Muslimin Nento.(IK)
Penulis:Iwan Karim
Editor:Sadrin Hasan
