HUMAS.POHUWATO-Pemerintah daerah pohuwato bersama pemangku adat menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Perayaan yang berlangsung Rabu, (10/3/2021) di masjid agung baiturrahim dihadiri Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati, Suharsi Igirisa, Penjabat Sekda, Iswan, SE.Ak, Forkopimda, pejabat teras pemda, Ketua TP. PKK Pohuwato, Selvi Monoarfa, serta sejumlah ASN dilingkungan pemda pohuwato.
Dalam sambutannya Bupati Saipul Mbuinga mengatakan, peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW jangan sampai menjadi seremonial belaka, namun harus mampu untuk dihayati dan diambil hikmahnya akan perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Kabupaten Pohuwato jelas Bupati Saipul, terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan budaya, menghadapi kemajemukan ini kita harus bersikap sabar serta harus menghargai dan menghormati perbedaan-perbedaan itu. Mendewasakan diri dan melihat perbedaan-perbedaan itu dengan pikiran yang jernih dan dada yang lapang.
Kemajemukan tentu akan menimbulkan kepentingan yang beragam, karena itu musyawarahkanlah segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, agar kepentingan- kepentingan yang beragam itu tidak berkembang menjadi potensi yang akan menimbulkan perpecahan dalam persatuan dan kesatuan yang telah kita kokohkan selama ini.
”Ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk melaksanakan musyawarah dalam memecahkan masalah bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan masalah-masalah fundamental yang menyangkut dasar-dasar akidah dikembalikan kepada keyakinan agama masing-masing.###
Sementara itu, Kakan Kemenag Pohuwato, Ust. Fahri Djafar selaku pembawa hikmah maulid Nabi Muhammad SAW banyak mengutip perjalan atau kisah yang dilakukan oleh nabi akhir zaman tersebut terutama perjalanan sampai ke siratul muntaha langit ke tujuh yang hanya dilakukan semalam.(socno)
Penulis : Iswan Abas
Editor : Sadrin Hasan
