Selamat Datang

di Website Resmi Prokopim Setda Kabupaten Pohuwato
  • Main Menu

Jajaran Forkopimda Pohuwato rapat Koordinasi bahas Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan

Dokumen Prokopim Pohuwato

HUMAS.POHUWATO - Isu radikalisme menjadi topik utama dalam deretan isu yang mencuat akhir-akhiri ini, termasuk di Kabupaten Pohuwato. Tidak dapat dipungkiri keberagaman yang terjalin dalam Bhineka Tunggal Ika termasuk kebebasan dalam memeluk agama menjadi terancam dengan adanya isu ini.

Siang tadi, Bupati Syarif menghadiri rapat koordinasi pengawasan aliran kepercayaan yang dihadiri oleh jajaran forkopimda beserta forum kerukunan antar umat beragama (FKUB) yang bertempat di ruang rapat Kejari Pohuwato, Rabu (27/11/2019).

Menurut hematnya,”di Indonesia ada 5 agama yang diakui, jadi jika ada yang diluar itu , perspektif yang timbul dimasyarakat akan memaknai sesuatu tersebut sebagai hal yang tabu, termasuk di Pohuwato.

“Kalau bicara radikalisme saat ini, asumsi negatif mayoritas masyarakat akan tertuju pada satu agama, contohnya Islam, hal-hal seperti ini perlu ditindak lanjuti minimal ada pengawasan terkait kegiatan-kegiatan keagamaan yang menjurus nanti kearah yang berbeda, dikhawatirkan akan menjadi isu makro dengan target penggiringan isu seperti isu diubahnya falsafah bangsa, dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Syarif.

Saya berharap inisiasi yang dilakukan oleh jajaran forkopimda bekerja sama dengan masyarakat dapat menindaklanjuti hal ini, sebagai bentuk pegawasan dan care kita bersama dalam menjaga stabilitas keberagaman dan kebersamaan sebagai umat beragama di Pohuwato. Tambahnya. ###